Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Bahaya di Balik Kasur

Gambar
Ternyata di balik tempat tidur ada banyak makhluk merayap, menyeramkan, dan bahaya yang mengintai. “Tidak ada tempat yang mengganggu kekebalan manusia, siang dan malam, selain kasur,” kata ahli mikrobiologi Philip Tierno dalam bukunya “The Secret Life of Germs.” Kasur biasanya menyerap cairan tubuh seperti keringat, darah, air seni, dan jadi tempat berkembang biak bakteri. Walaupun kebanyakan bakteri tersebut tidak berbahaya, menurut Tierno, beberapa bakteri dapat menyebabkan kondisi serius seperti gangrene (pembusukan atau kematian organ atau jaringan tubuh). Anak-anak, orang tua, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu sangat rentan terhadap masalah tersebut. Beberapa hama kasur mikroskopis lainnya antara lain jamur, kapang dan tungau. Tungau adalah kerabat laba-laba yang kerjanya memakan sel-sel kulit kering manusia. Serangga ini dapat menyebabkan alergi, bersin, dan asma. Sementara makhluk pengganggu yang lebih besar adalah kutu busuk. Kutu busuk

Makalah : Media Critical Theory

BAB I PENDAHULUAN A.    Latar Belakang Masalah             Teori media kritis akarnya berasal dari aliran ilmu-ilmu kritis yang bersumber pada ilmu sosial Marxis. Beberapa tokoh yang mempeloporinya antara lain Karl Mark, Engels (pemikiran klasik), George Lukacs, Korsch, Gramschi, Guevara, Regis, Debay, T . Adorno, Horkheimer, Marcuse, Habermas, Altrusser, Johan Galtung, Cardoso, Dos Santos, Paul Baran Samir Amin, Hamza Alavi (pemikiran modern). Ilmu ini juga disebut dengan emancipatory science (cabang ilmu sosial yang berjuang untuk mendobrak status quo dan membebaskan manusia, khususnya rakyat miskin dan kecil dari status quo dan struktur sistem yang menindas).             Teori kritis adalah sebutan untuk orientasi teoritis tertentu yang bersumber dari Hegel dan Marx, disistematisasi oleh Horkheimer dan sejawatnya di Institut Penelitian Sosial di Frankfurt, dan dikembangkan oleh Habermas. Secara umum istilah ini merujuk pada elemen kritik dalam filsafat Jerman yang dimul

Metode Penelitian Kualitatif : Konglomerasi Media di Ranah Politik

BAB I PENDAHULUAN 1.     1  Latar Belakang Masalah             Di era globalisasi ini, kebutuhan akan informasi yang cepat menjadi sangat penting bagi masyarakat. Media massa merupakan bentuk komunikasi massa yang mampu menyediakan kebutuhan akan informasi yang cepat mengenai apa yang terjadi. Media sebagai bagian dari komunikasi massa memegang posisi penting dalam masyarakat dimana menurut Lasswell dan Wright, komunikasi massa memiliki fungsi sosial sebagai surveillance, korelasi dan interpretasi, transmisi budaya dan sosialisasi, serta sebagai media hiburan.             Peranannya yang penting inilah yang membuat industri media massa berkembang sangat pesat dan membuat media massa tidak hanya sebagai sebuah institusi yang idealis, seperti misalnya sebagai alat sosial, politik, dan budaya, tetapi juga telah merubahnya menjadi suatu institusi yang sangat mementingkan keuntungan ekonomi. Sebagai institusi ekonomi, media massa hadir menjadi suatu industri yang menjanjikan keu